Dia menambahkan aturan ini juga berlaku untuk rokok elektronik atau vape dengan membatasi penggunaannya di kalangan generasi muda.
Namun keputusan tersebut mendapat kritikan karena kekhawatiran akan berdampak lebih besar pada penduduk asli Maori dan Pasifika, kelompok dengan tingkat perokok tinggi.
Peneliti Universitas Otago Janet Hoek juga menyoroti dampak aturan ini kepada generasi muda.
“Uji klinis skala besar dan studi pemodelan menunjukkan, undang-undang tersebut dengan cepat bisa menambah tingkat berhenti merokok di kalangan perokok serta mempersulit generasi muda untuk mulai merokok,” kata Hoek, salah satu direktur kelompok yang mempelajari upaya untuk mengurangi kebiasaan merokok.