Singapura Tangkap Warganya yang Pernah Jadi Mata-Mata China di AS

Anton Suhartono
Singapura menangkap seorang warganya yang pernah ditahan di AS karena menjadi mata-mata China (Foto: AFP)

Pria 39 tahun itu akan ditangani sesuai dengan peraturan hukum di Singapura.

Sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Yeo mengaku bersalah pada Juli 2020 karena mengirim informasi sensitif yang didapat dari warga AS ke pejabat intelijen China. Dia menjalani hukuman beberapa bulan di AS dipotong masa tahanan.

Yeo memata-matai AS selama 4 tahun setelah direkrut oleh pejabat intelijen China pada 2015. Saat itu dia mengunjungi China untuk mempresentasikan situasi politik di Asia Tenggara.

Peraih gelar PhD dari Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew itu ditugaskan oleh intelijen China untuk mengamati warga AS, termasuk militer dan pegawai pemerintah, yang memiliki akses untuk mendapatkan informasi berharga.

Yeo mengakui dia membayar warga AS untuk menulis laporan yang kemudian dia kirim ke pemerintah China tanpa sepengetahuan penulis. Dia ditangkap di AS pada November 2019.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

3 hari lalu

Iran Tunggu Jawaban AS soal Proposal Terbaru Pembukaan Selat Hormuz

3 hari lalu

Ancaman Keras Iran: Jika Kami Tak Bisa Jual Minyak, Negara Lain Juga

3 hari lalu

California Resmi Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Hari Libur Negara Bagian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal