Taiwan Berencana Berlakukan Hukuman Mati bagi Pengemudi Mabuk

Nathania Riris Michico
Ilustrasi mengemudi sambil mabuk.

"Kasus-kasus mengemudi dalam keadaan mabuk yang mengarah ke kematian merajalela, pengemudi minum secara sembarangan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa dan menghancurkan keluarga sehingga menimbulkan penyesalan yang tidak dapat diperbaiki," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman, seperti dilaporkan AFP, Kamis (28/3/2019).

Dalam satu kasus pada Januari, seorang pria 40 tahun menabrakkan vannya ke dalam taksi ketika sedang mabuk, menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya termasuk dirinya sendiri.

Sangat sedikit negara yang menerapkan hukuman mati untuk kasus mengemudi dalam keadaan mabuk.

China sebelumnya berjanji mengeksekusi mereka yang membunuh orang lain saat sedang menyetir dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat mempertahankan hukuman mati untuk kasus-kasus seperti itu.

Pada 2014, seorang pria Texas didakwa melakukan pembunuhan berencana setelah dia mengendarai mobilnya ke arah kerumunan warga, yang menewaskan empat orang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
10 hari lalu

Mentan Amran Murka! Beras Subsidi Dioplos dan Dijual Harga Premium, Minta Pelaku Dihukum Mati

12 hari lalu

WNA Taiwan Tersangka Kasus 1,16 Ton Ketamine Dibawa ke Bareskrim, Terancam 12 Tahun Penjara

31 hari lalu

Christa Pike, Terpidana Mati yang Gagal Dieksekusi setelah 2 Kali Disuntik Akhirnya Sadar

1 bulan lalu

Heboh! Suntikan Berkali-kali Gagal Eksekusi Mati Napi di AS, Pejabat Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal