Taliban Ingin Menjalin Hubungan dengan Negara-Negara Bekas Musuh, Termasuk AS

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Luar Negeri Taliban Afghanistan, Amir Khan Muttaqi. (Foto: Reuters)

“Proses hukum ini tidak dapat diabaikan dan telah menyebabkan penghentian sementara setiap pergerakan dana setidaknya sampai akhir tahun dan sangat mungkin lebih lama,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, kalaupun uang itu bisa dicairkan, Washington DC ingin memastikan dana tersebut tidak untuk menguntungkan Taliban. PBB dan organisasi lain mengatakan, uang itu akan disalurkan melalui badan amal dan bukan lewat Taliban.

Ketika pertama kali memerintah Afghanistan dari 1996-2001, Taliban mengejutkan dunia dengan melarang anak-anak perempuan dan kaum hawa mendapatkan akses pendidikan di sekolah serta memperoleh pekerjaan. Kelompok itu juga melarang sebagian besar kegiatan hiburan dan olahraga di kalangan perempuan. 

Akan tetapi, Muttaqi mengatakan, Taliban telah berubah sejak mereka memerintah kembali sekarang.

“Kami telah membuat kemajuan dalam administrasi dan politik dalam interaksi dengan bangsa dan dunia. Dengan berlalunya hari, kami akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan membuat lebih banyak kemajuan,” katanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump: Saya Dukung Penuh Netanyahu Jadi PM Israel Mendatang!

1 hari lalu

Menhan Baru Iran Tegaskan Tak Takut dengan Amunisi "Ibu dari Segala Bom" AS

1 hari lalu

Iran Punya Menteri Pertahanan Baru, Langsung Ancam AS

1 hari lalu

Prancis Rusuh, Trump Salahkan Imigran: Mereka dari Dunia Berbeda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal