Setelah membunuh dan melukai beberapa jemaat, senjata yang dipakai Earnest tiba-tiba macet. Dia pun melarikan diri dari sinagoge dengan menggunakan mobil.
Earnest kemudian berhenti di sebuah pusat perbelanjaan, menelepon nomor darurat 911 untuk melaporkan bahwa dia telah melakukan penembakan, dan menunggu polisi datang untuk menangkapnya.
Pihak berwenang kemudian mengidentifikasi Earnest sebagai penulis manifesto anti-Semit dan anti-Muslim yang dia unggah di internet, beberapa menit sebelum penembakan dimulai.
Dalam unggahan itu, dia menyatakan telah merencanakan serangan di sinagoge selama berbulan-bulan dan mengaku bertanggung jawab atas pembakaran masjid di Islamic Center of Escondido, sebuah kota terdekat, beberapa minggu sebelumnya. Tidak ada korban yang terluka dalam kebakaran masjid tersebut.
Dalam suratnya, Earnest juga mengaku mendapat inspirasi dari pria bersenjata yang membunuh 50 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada tahun yang sama.
Hakim Pengadilan Tinggi San Diego County Peter Deddeh menolak kesempatan Earnest untuk berbicara di pengadilan saat putusan dibacakan.