Juru bicara militer Houthi mengatakan, kelompok tersebut menyerang fasilitas Saudi Aramco di wilayah selatan Arab Saudi menggunakan drone dan rudal balistik.
Serangan tersebut terjadi setelah militer AS pada Sabtu (5/9/2026) menyerang tiga kapal tanker minyak Iran sebagai aksi balasan atas serangan rudal balistik Iran terhadap dua kapal perang Angkatan Laut AS.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan terhadap kapal komersial tersebut sebagai "kejahatan perang" dan tindakan "perang ekonomi".
Serangkaian serangan balasan selama akhir pekan juga turut mendorong harga gas naik hingga mencapai rekor tertinggi.
Ketegangan antara Washington dan Teheran pun terus meningkat. Pihak Iran menegaskan setiap serangan terhadap pihaknya akan dibalas dengan aksi serupa.