Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus 100 Dolar AS per Barel

Aditya Pratama
Harga minyak mentah Brent melonjak mendekati 100 dolar AS setelah serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi memicu kekhawatiran konflik Timur Tengah. (Foto: AP)

"Serang aset kami dan kalian akan diserang," tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui unggahan di X pada Senin (7/9/2026).

Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap unggahan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang mengatakan pihaknya akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker minyak Iran jika Iran menyerang kapal-kapal AS.

Sementara itu, bank investasi Goldman Sachs pada Senin (7/9/2026) menaikkan proyeksi harga minyak Brent dan WTI masing-masing sebesar 5 dolar AS.

Untuk Desember 2026, Goldman Sachs kini memperkirakan harga Brent mencapai 85 dolar AS per barel dan WTI 80 dolar AS per barel.

Sementara untuk 2027, bank tersebut memproyeksikan harga Brent berada di level 80 dolar AS per barel dan WTI 75 dolar AS per barel.

Goldman Sachs memperkirakan gangguan pengiriman melalui kawasan Timur Tengah akan berlanjut hingga 2027. Produksi minyak diperkirakan baru pulih secara bertahap pada paruh kedua 2027.

"Pasar semakin memperhitungkan kemungkinan konflik berkepanjangan di Timur Tengah," kata Goldman Sachs.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Perang AS-Iran Merembet ke Energi, Teheran Ancam Lumpuhkan Fasilitas Minyak AS

5 hari lalu

Tragis! 37 Orang Tewas saat Curi Minyak di Nigeria, Diduga Hirup Gas Beracun

5 hari lalu

43 Orang Tewas Keracunan Gas saat Jarah Minyak Bumi, Mayat Mengapung di Sungai

5 hari lalu

Trump Klaim Volume Minyak Lintasi Selat Hormuz kini Nyaris Samai Level Sebelum Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal