Tokoh Militer Inggris Sebut Afghanistan Menuju Perang Saudara usai Ditinggal Pasukan Asing

Ahmad Islamy Jamil
Kepala Staf Pertahanan Inggris, Jenderal Sir Nicholas Carter. (Foto: Reuters)

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, sebagian besar pasukannya telah ditarik keluar dari Afghanistan. Pasukan Inggris pertama kali dikerahkan ke Afghanistan pada 2001, setelah peristiwa Serangan 9/11 di Amerika Serikat

Inggris memainkan peran utama dalam operasi tempur di Afghanistan hingga 2014. Sebanyak 457 tentara Inggris tewas di negara Asia Selatan itu.

“Semua pasukan Inggris yang ditugaskan untuk misi NATO di Afghanistan sekarang sedang pulang ke tanah air,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan kepada parlemen, Kamis (8/7/2021).

“Untuk alasan yang jelas, saya tidak akan mengungkapkan jadwal keberangkatannya, meskipun saya dapat memberi tahu parlemen bahwa sebagian besar personel kita telah berangkat (dari Afghansitan),” ucapnya.

Kekerasan telah berkecamuk di seluruh Afghanistan dalam beberapa minggu, sejak Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa pasukan Amerika akan ditarik tanpa syarat pada 11 September nanti.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir tapi Negosiasi Berlanjut

57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran

57 tahun lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal