Tolak Gagasan Netanyahu, AS: Gaza Harus Diperintah Orang Palestina setelah Perang Berakhir!

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Luar Negeri AS, Antony J Blinken. (Foto: Ist.)

WASHINGTON DC, iNews.id – Amerika Serikat menegaskan Gaza harus diperintah oleh orang-orang Palestina setelah Israel mengakhiri perangnya melawan Hamas di wilayah tersebut. Washington DC pun menolak gagasan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengatakan bahwa Israel akan bertanggung jawab atas keamanan Gaza tanpa batas waktu.

Pada 7 Oktober lalu, para pejuang Hamas menerobos perbatasan Gaza dan menyerang Israel pada 7 Oktober. Serangan yang disebut “Operasi Banjir al-Aqsa” tersebut menewaskan 1.400 orang Israel. Sebulan kemudian, Washington DC mulai berdiskusi dengan para pemimpin Israel dan Arab tentang masa depan Jalur Gaza tanpa pemerintahan Hamas.

Meskipun rencana tersebut belum muncul, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Rabu (8/11/2023) menguraikan komentar paling komprehensif mengenai ekspektasi Amerika terhadap masa depan Gaza.

“Tidak ada pendudukan kembali di Gaza setelah konflik berakhir. Tidak ada upaya untuk memblokade atau mengepung Gaza. Tidak ada pengurangan wilayah Gaza,” kata Blinken dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang, kemarin.

Blinken mengatakan, mungkin memang diperlukan “masa transisi” di akhir konflik. Akan tetapi, pemerintahan pascakrisis di Gaza harus mencakup suara-suara dari rakyat Palestina. “Hal ini harus mencakup pemerintahan yang dipimpin Palestina dan penyatuan Gaza dengan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina,” ujarnya seperti dikutip Reuters, hari ini.

Pada Senin (6/11/2023), Netanyahu mengatakan kepada ABC News bahwa Israel akan “memikul tanggung jawab keamanan” di Gaza setelah perang. Dengan kata lain, wilayah Palestina itu bakal berada di bawah pengawasan polisi dan tentara zionis. 

Komentar Netanyahu itu tampak bertentangan dengan para pejabat AS yang mengatakan bahwa Israel tidak ingin mengendalikan Gaza “pasca-Hamas”.

“Saya pikir Israel, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan, akan memikul tanggung jawab keamanan secara keseluruhan karena kita telah melihat apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tanggung jawab keamanan tersebut,” dalih Netanyahu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Kongres AS Minta Akses Senjata Nuklir Israel, Berapa Jumlah Hulu Ledaknya?

Internasional
17 jam lalu

Israel Sembunyikan Info Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa, Takut Pengaruhi Moral Publik

Internasional
18 jam lalu

Trump Mungkin Salahkan Netanyahu jika Perang Lawan Iran Berlanjut, Ganggu Ekonomi Global

Internasional
18 jam lalu

AS Incar Uranium Iran, Tak Sudi Ada Program Nuklir Sekecil Apa pun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal