Tradisi Chhaupadi, Mengasingkan Perempuan Haid ke Gubuk karena Dianggap Bawa Sial

Anton Suhartono
Tradisi chhaupadi masih dipraktikkan sebagian masyarakat Nepal (Foto: Reuters)

Chhaupadi diberlakukan untuk perempuan yang haid, meski baru pertama kali. Seorang korban, Geeta, mengaku diusir dari rumahnya saat masih berusia 11 tahun.  Dia dipaksa tinggal sendiri di gubuk kecil selama 21 hari. Sebagian besar hari dia habiskan dengan menyapu dan memotong rumput.

"Orang mengira jika gadis menstruasi menyentuh mereka, maka hal buruk akan terjadi dan orang itu akan sakit. Dewa akan marah," kata Geeta, dikutip dari Actionaid.

Bukan hanya itu dia tak mendapat makanan bergizi, bahkan tak mendapat perlakuan layaknya manusia.

Selain itu perempuan chhaupadi juga tak mendapat pembalut, sehingga harus menggunakan kain untuk menyerap darah. Padahal kain yang tak bersih bisa menyebabkan infeksi serius dan menyakitkan. 

Ancaman kematian bagi mereka bukan hanya dari api yang dinyalakan, tapi hewan. Seorang perempuan 19 tahun tewas digigit ular di gubuk tempat tinggalnya.

Meski demikian alasan adat menjadi senjata warga masih mempraktikannya. Di bagian barat Nepal, chhaupadi sudah dilakukan selama ratusan tahun karena masuk dalam sistem kepercayaan dan cara hidup setempat.

Di wilayah itu penduduk mengandalkan hidup pada hasil panen dan hewan ternak. Jika perempuan tidak mengikuti tradisi tersebut, dampaknya akan dirasakan seluruh keluarga. Mereka percaya panen akan gagal dan hewan ternak akan sakit atau mati.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Mitos Keramas saat Haid Bikin Menstruasi Berhenti, Ini Penjelasan Dokter

5 hari lalu

Terungkap, Ini Alasan Pria Tendang Perempuan di Senayan City hingga Tersungkur

5 hari lalu

Jenderal Listyo Sigit: Suatu Hari Perempuan Bisa Menjadi Kapolri

5 hari lalu

Pria Tendang Perempuan di Senayan City Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Penganiayaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal