Trump Akan Pimpin Dewan Perdamaian Gaza, Anggotanya Para Tokoh Dunia

Anton Suhartono
Donald Trump mengumumkan dirinya akan memimpin Dewan Perdamaian Gaza (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan dirinya akan memimpin Dewan Perdamaian Gaza, badan baru yang dibentuk menyusul disahkannya resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ke Jalur Gaza. 

Keputusan ini muncul setelah PBB menyetujui rancangan resolusi yang diusulkan AS, merangkum 20 poin rencana perdamaian Gaza yang diajukan Trump pada bulan lalu.

Resolusi tersebut mendapat dukungan besar dalam voting Senin (17/11/2025) di New York, dengan 13 negara mendukung dan dua abstain.

Trump Ucapkan Terima Kasih, Termasuk untuk Indonesia

Dalam pernyataannya di akun Truth Social, Trump menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DK PBB, termasuk negara yang memilih abstain seperti Rusia. Dia juga memuji negara-negara yang menurutnya berperan penting dalam mendorong lahirnya resolusi tersebut, di antaranya Qatar, Mesir, Indonesia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Turki, dan Yordania.

“Suara yang luar biasa, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tulis Trump.

Menurut dia, keputusan DK PBB merupakan pijakan awal bagi implementasi penuh rencana stabilisasi Gaza yang dia klaim sebagai solusi paling komprehensif sejak dekade terakhir.

Dewan Perdamaian Gaza Dibentuk, Trump Jadi Ketua

Dalam unggahan yang sama, Trump mengonfirmasi pembentukan sebuah Dewan Perdamaian untuk mengawasi implementasi politik dan keamanan jangka panjang di Gaza. Dewan ini disebut akan menjadi entitas strategis yang mengarahkan koordinasi dengan Pasukan Stabilisasi Internasional, kebijakan transisi pemerintahan Gaza, tahapan rekonstruksi, serta proses politik menuju stabilitas permanen.

Trump menyebut dewan akan beranggotakan “para pemimpin paling berkuasa dan terhormat di seluruh dunia.”

Daftar nama anggota akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang, mengisyaratkan bahwa figur-figur besar dunia, baik dari Barat maupun Timur Tengah, akan dilibatkan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Iran Masih Tutup Selat Hormuz, Belum Tentukan Waktu Negosiasi dengan AS

Internasional
18 jam lalu

Iran Akan Blokade Selat Hormuz sampai Kesepakatan Damai dengan AS Dicapai

Internasional
15 jam lalu

Ini 2 Ganjalan yang Bikin AS dan Iran Belum Bisa Berdamai

Internasional
1 hari lalu

Nah, Iran Bantah Akan Kirim Uranium ke AS: Salah Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal