Pernyataan Trump tersebut merupakan komentar paling lunak tentang Iran sejak demonstrasi berdarah pecah pada akhir Desember 2025 yang memicu ancaman AS. Ada kemungkinan Trump akan menggunakan opsi lain, selain serangan terhadap Iran.
Namun peneliti senior Center for International Policy, Sina Toossi, mengatakan sulit untuk menebak rencana Trump. Bukan berarti pernyataan itu menandakan dirinya menghapus opsi serangan militer terhadap Iran.
“Sulit untuk menganggap serius apa yang dikatakan Trump... Pernyataan hari ini menunjukkan bahwa dia mencari jalan keluar untuk menyelamatkan muka, tapi saya tidak akan menganggapnya sebagai penolakan 100 persen,” katanya, seraya menambahkan, Trump memiliki rekam jejak negosiasi dengan Iran sambil secara bersamaan mengancam tindakan militer.