Trump Negosiasi Tarif Baru dengan Vietnam, India dan Israel sebelum Berlaku, Indonesia Menyusul?

Maria Christina Malau
Presiden AS Donald Trump telah mulai berbicara dengan perwakilan dari Vietnam, India, dan Israel untuk bernegosiasi mengenai tarif baru sebelum berlaku 9 April. (Foto: AP)

India, dilansir dari Business Standard, Sabtu (5/4/2025), awalnya dikenakan tarif sebesar 27 persen, kemudian direvisi menjadi 26 persen. India secara aktif terlibat dalam negosiasi perdagangan dengan AS, dengan harapan dapat mengurangi dampak tarif. Eksportir optimistis pembicaraan bilateral yang sedang berlangsung bisa menghasilkan kesepakatan untuk meringankan beban industri India.

Apakah Indonesia segera menyusul bernegosiasi dengan Trump? Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya Kamis, 3 April 2025 mengatakan, pemerintah Indonesia akan mengirim delegasi tinggi ke Washington DC untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif Trump. Indonesia sudah menyiapkan berbagai strategi antisipasi melalui koordinasi intensif antarkementerian dan lembaga dalam menghadapi kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat. Namun, Airlangga belum menyebutkan kapan pastinya negosiasi dilakukan.

Sikap Trump Beragam

Sikap Trump tentang tarif ini beragam. Trump sebelumnya menegaskan kebijakan tarif tidak bisa dinegosiasikan. Meskipun mendapat reaksi keras dari perusahaan-perusahaan Amerika, mitra dagang global, dan bahkan beberapa anggota Kongres, Trump tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari strategi perang tarifnya. Pemerintahannya menegaskan langkah-langkah ini penting untuk merombak hubungan perdagangan internasional yang menguntungkan Amerika Serikat.

Namun, kemudian, Trump mengisyaratkan kemungkinan untuk kompromi. Trump dalam wawancara di Air Force One mengklaim banyak negara telah berusaha mencari kesepakatan. Dia menyebut tarif baru tersebut sebagai alat strategis untuk memperoleh kesepakatan yang menguntungkan.

"Selama mereka menawarkan sesuatu yang menguntungkan, kami terbuka untuk berdiskusi. Lihat TikTok sebagai contoh. China mungkin ingin kami mempertimbangkan kembali tarif sebagai imbalan atas persetujuan kesepakatan. Tarif memberi kita pengaruh yang signifikan," kata Trump.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
12 jam lalu

Kapan AS Akhiri Perang Lawan Iran? Ini Penjelasan Trump

1 hari lalu

Trump Klaim AS Kalahkan Iran dalam Perang

1 hari lalu

Ini Target Serangan Terbaru AS-Israel ke Iran, Gunung Pickaxe dalam Bidikan

1 hari lalu

AS-Israel Dilaporkan Siapkan Serangan Besar-besaran ke Iran usai Pemilu Sela

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal