Trump Tak Berhak Putuskan Serang Venezuela

Anton Suhartono
Tekanan terhadap Presiden AS Donald Trump semakin meningkat dari politisi Partai Demokrat menyusul spekulasi rencana intervensi militer di Venezuela (Foto: AP)

Telepon Singkat Trump-Maduro Ikut Memanaskan Situasi

Sumber pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa Trump sempat melakukan percakapan telepon singkat, kurang dari 15 menit, dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 21 November.

Dalam percakapan itu, Trump dilaporkan mendesak Maduro untuk minggat paling lambat 28 November, namun permintaan itu ditolak.

Maduro sendiri disebut bersedia meninggalkan Venezuela, tetapi dengan syarat berat:

  • Amnesti bagi dirinya dan keluarga
  • Pencabutan seluruh sanksi AS, termasuk terhadap lebih dari 100 pejabat
  • Penunjukan Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara hingga pemilu baru

Trump diketahui menolak sebagian besar permintaan tersebut.

Bantahan Trump Tak Redakan Kekhawatiran

Meski membantah rencana serangan, perintah Trump kepada maskapai untuk menjauhi wilayah udara Venezuela dan serangkaian tekanan diplomatiknya membuat banyak pihak meyakini bahwa Gedung Putih sedang menyiapkan opsi militer.

Bagi Demokrat, langkah-langkah itu jelas mengabaikan batasan konstitusi.

Konflik Politik Internal: Presiden vs Kongres

Pertentangan ini menegaskan kembali isu klasik dalam politik Amerika, seberapa jauh kekuasaan presiden dalam memulai konflik bersenjata tanpa persetujuan Kongres?

Partai Demokrat menegaskan bahwa keputusan sebesar itu tidak boleh diambil oleh satu orang, termasuk presiden, tanpa mandat rakyat yang diwakili oleh Kongres.

Dengan ketegangan AS, Venezuela yang terus meningkat, perdebatan mengenai batas kewenangan eksekutif ini diprediksi akan menjadi salah satu isu terpanas di Washington dalam beberapa pekan ke depan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance Sebut Ada Kemajuan Besar dalam Perundingan dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal