WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak akan menghentikan perang melawan Iran meski Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres AS dalam pemilu paruh waktu. Trump akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran karena merasa harus dilakukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Trump mengakui perang Iran ikut menyebabkan kekalahan Partai Republik dalam pemilu yang digelar Selasa (3/11/2026). Konflik selama 8 bulan tersebut memicu kenaikan harga bensin dan biaya hidup, sehingga memengaruhi pilihan politik masyarakat AS.
Namun, pengakuan itu tidak membuat Trump mengubah sikapnya. Dia menilai keputusan menyerang Iran tetap tepat dan sepadan dengan konsekuensi politik maupun ekonomi yang harus ditanggung pemerintahannya.
"Menurut saya, itu sebagian besar benar karena memang menyebabkan harga bensin naik," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (5/11/2026).
Meski demikian, dia menegaskan tidak akan mengambil keputusan berbeda jika harus mengulang kebijakan tersebut.