Namun, kendali Demokrat atas Kongres tetap menjadi hambatan politik bagi Trump. Partai oposisi dapat menggunakan kewenangan pengawasan parlemen, memanggil pejabat pemerintahan untuk memberikan kesaksian, serta mempersulit persetujuan anggaran dan pendanaan operasi militer.
Kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres berpotensi memicu kebuntuan politik selama dua tahun terakhir masa jabatan Trump. Perselisihan mengenai anggaran pemerintah dan batas utang AS juga berpotensi menjadi persoalan besar.
Sementara itu, hasil pemilu tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan perang Iran. Sejumlah negara Teluk menilai kekalahan Partai Republik dapat meningkatkan dorongan bagi Trump untuk mencari kesepakatan damai dengan Teheran.
Meski demikian, Trump justru menyampaikan pesan berbeda. Dia menegaskan tidak akan mengubah kebijakan militernya dan tetap melanjutkan perang meskipun keputusan tersebut telah berkontribusi terhadap kekalahan partainya dalam pemilu.
Kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu mengakhiri kendali partai tersebut atas dua kamar Kongres AS, yakni DPR dan Senat.