Dalam acara kampanye di hadapan pendukungnya, Erdogan mengatakan tersangka memberikan ancaman kepada Muslim di Turki dan dua kali mengunjungi negara itu.
"Kita tidak ingin menyaksikan konflik antara salib dan bulan lagi," kata Erdogan, merujuk konflik antara pemeluk Kristen dan Islam, seperti dilaporkan BBC, Selasa (19/3/2019).
Pada Jumat (15/03), tak lama setelah penembakan di dua masjid Selandia Baru, Erdogan mengklaim bahwa tersangka menjadikan Turki serta warganya sebagai sasaran; dan memperingatkan kepada negara-negara lain, khususnya Barat, untuk mengatasi peningkatan sentimen Islamofobia untuk mencegah serangan serupa.
"Jika tidak diambil langkah-langkah segera, berita-berita tentang bencana lain akan muncul setelah peristiwa ini," tegasnya.
Selain 50 orang yang meninggal dunia, penembakan di Masjid Al Noor dan masjid di Linwood melukai 50 lainnya, termasuk warga negara Indonesia.
Polisi menetapkan pria Australia atas nama Brenton Tarrant (28) sebagai tersangka. Dia menyiarkan aksi penembakan brutal itu tersebut melalui Facebook Live.
Dia dihadirkan di persidangan pada Sabtu (16/3) dan dikembalikan ke tahanan tanpa pembelaan. Sidang selanjutnya dijadwalkan pada 5 April mendatang.