Tunjukkan Video Penembakan Masjid Selandia Baru, Erdogan Dikecam

Nathania Riris Michico
Presiden Turki Erdogan dikritik karena mempertonton rekaman serangan di masjid Selandia Baru untuk kepentingan politiknya. (FOTO: KANTOR PRESIDEN TURKI/GETTY IMAGES)

Dalam acara kampanye di hadapan pendukungnya, Erdogan mengatakan tersangka memberikan ancaman kepada Muslim di Turki dan dua kali mengunjungi negara itu.

"Kita tidak ingin menyaksikan konflik antara salib dan bulan lagi," kata Erdogan, merujuk konflik antara pemeluk Kristen dan Islam, seperti dilaporkan BBC, Selasa (19/3/2019).

Pada Jumat (15/03), tak lama setelah penembakan di dua masjid Selandia Baru, Erdogan mengklaim bahwa tersangka menjadikan Turki serta warganya sebagai sasaran; dan memperingatkan kepada negara-negara lain, khususnya Barat, untuk mengatasi peningkatan sentimen Islamofobia untuk mencegah serangan serupa.

"Jika tidak diambil langkah-langkah segera, berita-berita tentang bencana lain akan muncul setelah peristiwa ini," tegasnya.

Selain 50 orang yang meninggal dunia, penembakan di Masjid Al Noor dan masjid di Linwood melukai 50 lainnya, termasuk warga negara Indonesia.

Polisi menetapkan pria Australia atas nama Brenton Tarrant (28) sebagai tersangka. Dia menyiarkan aksi penembakan brutal itu tersebut melalui Facebook Live.

Dia dihadirkan di persidangan pada Sabtu (16/3) dan dikembalikan ke tahanan tanpa pembelaan. Sidang selanjutnya dijadwalkan pada 5 April mendatang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

57 tahun lalu

Kaca di Gedung BGN Pecah, Polisi Pastikan Bukan karena Ditembak

57 tahun lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

57 tahun lalu

Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua Tengah, DPR: Usut Tuntas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal