Ukraina Takut Kehabisan Dana, Inggris Bakal Bantu Lagi Rp7,78 Triliun

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id Inggris bakal membantu Ukraina dengan jaminan tambahan 525 juta dolar AS (Rp7,78 triliun) untuk pinjaman Bank Dunia akhir tahun ini. Rencana tersebut diutarakan langsung oleh Pemerintah Inggris, akhir pekan ini.

“Pemerintah Ukraina khawatir akan kehabisan dana pada musim gugur, kecuali jika diberikan bantuan keuangan yang mendesak,” ungkap Kantor Perdana Menteri Inggris, dalam pernyataanya, Sabtu (25/6/2022).

“Untuk membantu kebutuhan mendesak ini, Inggris siap memberikan jaminan 525 juta dolar AS lagi untuk pinjaman Bank Dunia nanti dalam tahun ini,” kata pernyataan itu lagi.

Dengan adanya bantuan baru itu, total dukungan fiskal (termasuk jaminan pinjaman) yang telah dikucurkan London untuk Kiev bakal bertambah menjadi 1,5 miliar dolar AS (Rp22,24 triliun). Sementara itu, jika digabungkan dengan bantuan kemanusiaan yang diberikan Inggris ke Ukraina sampai sejauh ini, nilai keseluruhannya menjadi 1,8 miliar dolar AS.

Pemerintah Inggris menekankan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson berencana memanfaatkan KTT G7 untuk mendorong lebih banyak dukungan jangka panjang bagi Ukraina. KTT G7 akan diadakan di Kastil Bavaria Schloss Elmau, Jerman, dari Minggu (26/6/2022) hingga Selasa (28/6/2022).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

5 hari lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

5 hari lalu

Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov

6 hari lalu

KSAL Laksamana Ali Bertemu Pimpinan AL Rusia di St Petersburg, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal