Universitas Pakistan Ganti Valentine's Day Jadi 'Hari Saudari'

Nathania Riris Michico
Warga mengunjungi toko hadiah menjelang Hari Valentine di Peshawar, Pakistan. (Foto: AFP)

Iqbal juga mencatat UAF sedang mempertimbangkan membagikan syal, selendang, dan gaun dengan lencana UAF untuk para mahasiswi.

Sementara itu, juru bicara UAF, Qamar Bukhari, mengatakan universitas tersebut sedang mencari sumbangan. Rencananya, mereka akan membagikan penutup kepala untuk setidaknya 1.000 dari 14.000 mahasiswinya.

"Penutup kepala ini akan dibagikan oleh petugas administrasi universitas, bukan mahasiswa laki-laki," tambahnya.

Dia menekankan, tujuan hal tersebut adalah memastikan perempuan dihormati.

Hari Valentine semakin populer di kalangan anak muda Pakistan. Banyak yang mengikuti tradisi Valentine seperti memberikan kartu, cokelat, dan hadiah untuk pasangan mereka.

Pakistan sendiri merupakan negara yang 97 persen penduduknya menganut agama Islam. Banyak warga tidak menyetujui Hari Valentine karena dianggap mengadopsi tradisi Barat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Trump Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Selangkah Lagi

57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal