BEIJING, iNews.id - China dan Amerika Serikat (AS) terlibat ketegangan soal insiden kapal perang di Laut China Selatan, Sabtu (25/11/2023). Awalnya militer China menyatakan telah mengusir kapal perang AS.
Komando Armada Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyatakan di WeChat, pihaknya mengerahkan aramada Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) untuk melacak, memantau, dan memperingatkan kapal perang AS.
China menyebut insiden tersebut membuktikan bahwa AS sebagai pengganggu keamanan di Laut China Selatan.
Kemudian pada Minggu (26/11/2023), AL AS menepis kapalnya, USS Hopper, melanggar wilayah perairan dengan menyatakan kapal perusak tersebut sedang melakukan operasi kebebasan navigasi rutin.
"(Hopper) Menegaskan hak navigasi di Laut China Selatan dekat Kepulauan Paracel, sesuai dengan hukum internasional," bunyi pernyataan AL AS, dikutip dari Reuters.