Warga Uighur ke Pemerintah China: Tunjukkan Ayah Ibu Saya Masih Hidup

Nathania Riris Michico
Dua anak mengusung poster bertuliskan #MeTooUyghur. (Foto: HALMURAT HARRI)

Dia juga menyebut bahwa mereka yang tidak ditahan berada di bawah tekanan besar.

"Pembangunan kembali kamp konsentrasi di abad 21 dan kebijakan asimilasi sistematik pemerintah China terhadap warga Turki Uighur adalah aib besar bagi kemanusiaan," kata Aksoy.

Dia menyebut laporan tentang kematian Heyit semakin memperkuat reaksi publik di Turki akan pelanggaran HAM serius di Xinjiang; serta meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengambil langkah efektif demi mengakhiri tragedi kemanusiaan di sana.

China pun balas merilis pernyataan yang menyebut komentar pemerintah Turki sebagai kebohongan dan bertolak belakang dengan fakta.

Pada Agustus 2018, Komite PBB untul Penghapusan Diskriminasi Ras mendengar laporan-laporan kredibel bahwa China menahan satu juta orang Uighur dalam pusat penanggulangan ekstremisme.

Sejumlah organisasi pelindung HAM melaporkan warga Uighur ditahan di kamp-kamp tahanan ini bukan atas kehendak mereka dan mereka tidak diperkenankan menghubungi kerabat.

China berulang kali membantah tudingan ini seraya menegaskan bahwa kamp-kamp itu adalah pusat pelatihan kejuruan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
22 jam lalu

Heboh! Teknologi Jet Tempur Siluman F-35 AS Mungkin Bocor ke China, Komponen Hilang

4 hari lalu

Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

8 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

9 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal