Dua pekerja kemanusiaan di Italia utara juga sempat diduga terinfeksi Ebola setelah kembali dari Uganda. Namun hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan keduanya negatif.
Para ilmuwan dari Universitas Oxford kini tengah mengembangkan vaksin untuk varian Bundibugyo, jenis Ebola yang memicu wabah saat ini. Varian tersebut memiliki tingkat kematian hingga 50 persen.
Meski demikian, para peneliti memperkirakan vaksin baru bisa diuji pada manusia dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Artinya, vaksin kemungkinan belum dapat digunakan secara luas dalam waktu dekat.
Gejala Ebola varian Bundibugyo diawali dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan diare. Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami pendarahan internal, gagal organ, hingga meninggal dunia.
Virus Ebola juga diketahui dapat berada dalam tubuh hingga 21 hari sebelum gejala muncul, yang diyakini menjadi masa awal penularan.