Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di Kota Bunia, wilayah timur DRC. Seluruh penerbangan menuju dan dari kota tersebut kini dihentikan untuk membatasi penyebaran virus.
Di tengah situasi darurat, tiga relawan Palang Merah dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tertular saat menangani jenazah pasien Ebola. Proses pemakaman korban kini harus dilakukan oleh tim medis khusus karena berisiko tinggi menularkan virus.
Direktur Medis Mongbwalu General Referral Hospital, dr Richard Lokodu, mengatakan rumah sakit juga sempat mendapat serangan dari warga yang ingin mengambil jenazah anggota keluarga mereka untuk dimakamkan sendiri.
Selain itu, sejumlah kelompok di wilayah tersebut menolak mempercayai keberadaan Ebola dan menganggap wabah itu sebagai hoaks. Mereka bahkan dilaporkan melakukan konfrontasi terhadap relawan kesehatan dan petugas Palang Merah.
Sementara itu, sejumlah negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran lintas negara. Amerika Serikat memperketat pemeriksaan penumpang di bandara setelah seorang dokter asal AS dinyatakan positif Ebola usai bekerja di wilayah terdampak.