Xi Jinping Kunjungi Rusia Pekan Ini, Putin: Teman Lama yang Baik

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping. (Foto: Reuters)

Beijing bulan lalu menerbitkan proposal berisi 12 poin yang menyerukan dialog dan penyelesaian konflik di Ukraina. Akan tetapi, pihak Barat memandang skeptis usulan itu dan menganggapnya hanya berisi pernyataan umum dan tidak ada hal yang konkret mengenai solusi untuk mengakhiri perang yang sudah berjalan selama setahun itu.

Sementara Ukraina tampak mengambil sikap hati-hati menyambut proposal China tersebut. Kiev menyatakan, penyelesaian apa pun atas konflik itu mengharuskan Rusia menarik diri dari semua wilayah yang telah direbutnya termasuk semenanjung Krimea yang dianeksasi Rusia dari Ukraina pada 2014.

Sejak bulan lalu, Amerika Serikat menyuarakan kekhawatiran bahwa China mungkin turut memberikan Rusia senjata dalam perang di Ukraina. Namun, tuduhan itu langsung dibantah oleh Beijing.

Putin mengatakan hubungan Rusia-China kini berada pada puncak sejarah. Moskow dan Beijing mengoordinasikan kebijakan luar negeri mereka untuk melawan ancaman bersama, seiring upaya AS untuk menahan kedua negara mengambil sikap yang semakin tajam dan lebih tegas terhadap Barat.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perdana! Trump Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Terkagum-kagum

57 tahun lalu

Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi

57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal