Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Ahmad Shabri Lubis mengkritik rencana konser tersebut. Dia menyoroti rekam jejak Andrea Bocelli yang disebut menunjukkan dukungan dan simpati terhadap Israel.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya menyoroti kehadiran Bocelli dalam acara penggalangan donasi untuk tentara Israel Defense Forces (IDF) pada 2010. MUI menilai kehadiran pihak yang dianggap mendukung tindakan genosida dan penjajahan bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi serta semangat antipenjajahan yang dijunjung bangsa Indonesia.
"Jadi, kita ini sekarang sudah jelas orang Indonesia ini anti-penjajahan, anti-Israel. Terus dihadirkan orang-orang yang pendukung terhadap genosida, pendukung terhadap penjajahan. Ini kan namanya memprovokasi kita," ujar Ahmad Shabri di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).
Shabri menilai pembiaran terhadap konser tersebut berpotensi memicu provokasi dan mengadu domba masyarakat dengan pemerintah. Dia mendesak Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat lebih peka terhadap aspirasi publik serta pandangan keagamaan yang telah disampaikan MUI.
"Ini masalah kehormatan dan kedaulatan bangsa. Kalau masyarakat Indonesia tidak terima, tentu ada desakan kuat agar kegiatan tersebut dibatalkan," tegasnya.
Dia juga menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya aksi massa apabila pemerintah tetap mengizinkan konser Andrea Bocelli berlangsung di Jakarta.