Hujan Mulai Turun, Warga Jaktim Diminta Waspadai Demam Berdarah

Tim iNews
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti (Foto: Pixabay)

"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam mencegah penyebaran DBD," katanya.

Arief menuturkan, sejumlah langkah pencegahan terus digencarkan, di antaranya program Satu Rumah Satu Jumantik, PSN 3M Plus, serta berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, program Kampung Bebas Jentik diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mendorong keterlibatan masyarakat memberantas sarang nyamuk.

Arief memaparkan, selama periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat lima kasus kematian akibat DBD di Jakarta Timur. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar lebih teliti memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menampung air, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, mulai dari tanah kosong, pekarangan rumah, ember penampung air pendingin ruangan (AC), tempat pakan ternak, dispenser, hingga wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

"Melalui kepedulian, termasuk dengan melakukan PSN secara rutin, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mencegah peningkatan kasus DBD selama musim hujan," katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
10 hari lalu

Marak Pembuangan Sampah Liar di Jalan Raya Bogor, Pemkot Jaktim Dirikan 3 Posko dan Masifkan OTT

10 hari lalu

25 Orang Kena OTT di Jaktim gegara Buang Sampah Sembarangan, Total Denda Rp1,4 Juta

11 hari lalu

Eks Anggota Kopassus Dibacok di Cakung Jaktim gegara Masalah Renovasi Rumah

16 hari lalu

Bikin Cawang Macet Horor, Truk Tabrak Separator Busway Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal