"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam mencegah penyebaran DBD," katanya.
Arief menuturkan, sejumlah langkah pencegahan terus digencarkan, di antaranya program Satu Rumah Satu Jumantik, PSN 3M Plus, serta berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, program Kampung Bebas Jentik diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mendorong keterlibatan masyarakat memberantas sarang nyamuk.
Arief memaparkan, selama periode Januari hingga Oktober 2026 tercatat lima kasus kematian akibat DBD di Jakarta Timur. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar lebih teliti memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menampung air, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, mulai dari tanah kosong, pekarangan rumah, ember penampung air pendingin ruangan (AC), tempat pakan ternak, dispenser, hingga wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
"Melalui kepedulian, termasuk dengan melakukan PSN secara rutin, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mencegah peningkatan kasus DBD selama musim hujan," katanya.