Pramono menyayangkan aksi pencurian dan vandalisme tersebut karena berdampak terhadap penyelesaian proyek pengendalian banjir.
"Yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada sparepart-nya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi," katanya.
Karena itu, Pramono meminta Dinas Sumber Daya Air Jakarta tetap melanjutkan pengerjaan pengerukan hingga selesai.
Setelah pengerjaan rampung, Pemprov Jakarta akan membangun kembali jembatan tersebut secara permanen. Menurut Pramono, jembatan permanen diperlukan karena kondisi jembatan kayu sementara saat ini dapat membahayakan masyarakat.