Mengenali Filosofi pada Secangkir Teh di House of Tea

Ahmad Islamy Jamil
Pemilik House of Tea, Satria Gunawan Suharno, sedang meracik teh terbaiknya. (Foto: Dok. House of Tea)
Produk House of Tea saat ini sudah siap ekspor. (Foto: Istimewa)

Di kedainya, Satria menawarkan teh dalam berbagai varian. Ada produk teh kering yang antara lain berupa white tea, green tea special, black tea special, dark oolong, dan earl grey. Kini, produk-produk itu sudah siap ekspor.

“Sebelum pandemi, kami sudah sempat ekspor ke Taiwan. Namun saat ini berhenti, belum ekspor lagi,” ungkapnya.

Seluruh bahan dasar produk House of Tea berkualitas premium dan dipetik secara manual dengan tangan. Menurut dia, semua proses pengolahan teh mulai dari sejak ditanam, dipetik, hingga diracik, akan sangat berpengaruh kepada aroma dan rasa minuman yang dihasilkan.

Omzet yang diraup kedai teh ini rata-rata mencapai Rp300 juta per tahun. Sejak 2015, tren penjualan teh di tempat ini terus meningkat.

“Begitu masuk pandemi, kami memang sempat agak melambat selama beberapa bulan. Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena kami sudah mem-back up teman-teman yang buka kedai teh ataupun kafe-kafe yang membutuhkan teh dari kami,” ujarnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mimpi Lukman Lestarikan Budaya Betawi lewat Ondel-Ondel, Kian Nyata Berkat Dukungan BRI

57 tahun lalu

Ketika Sampah Menjelma Ondel-Ondel, Kisah Lukman Bangkit dari Masa Sulit Didukung BRI

57 tahun lalu

Lindungi Pelaku Usaha Kecil, E-Commerce Dilarang Naikkan Biaya Sepihak

57 tahun lalu

BRI Bantu Taman Dahlia Penuhi Gizi Anak, Hasil Panen Disuplai ke Dapur MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal