"Memang yang sekarang ini yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu," ujarnya.
Menurut Pramono, penataan seluruh jaringan utilitas tersebut bukan pekerjaan mudah. Sebab, panjang jaringan yang harus ditangani mencapai sekitar 6.500 kilometer.
"Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak? Karena memerlukan kurang lebih 6.500 km yang harus ditangani. Tetapi kalau ini ditangani secara total artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan," ucapnya.
Karena itu, Pemprov DKI akan melibatkan sektor swasta dalam pembangunan SJUT. Pramono menilai proyek tersebut memiliki nilai bisnis sehingga dapat dikerjakan secara kolaboratif oleh berbagai pemangku kepentingan.
"Maka keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada. Kami meyakini secara bisnis juga menarik. Sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini," katanya.