"Harapnya ada kartu sendiri yang lebih murah untuk pelajar, jangan lebih dari sepuluh ribu," ungkap Ersya.
Tak hanya usul kartu tersendiri, bahkan dia memberi masukan agar bisa memberi akses gratis atau pengurangan tarif naik kereta MRT menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) layaknya Bus Transjakarta.
"Semoga bisa kasih akses naik kereta MRT gratis pakai KJP. Kan Bus TJ saja bisa, masa MRT enggak bisa," ungkap Ersya.
Sementara, Afrasari seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri mengaku tak keberatan dengan harga normal yang kini sudah berlaku. Soal ketepatan waktu dan efisien jauh lebih baik dari trasnportasi yang lainnya.
Namun, jika dirasa perlu untuk kembali besaran menjadi diskon 50 persen dia meyakini warga terus menggunakan transportasi tersebut. "Saya sih enggak keberatan, tapi kalau kembali diskon itu juga enggak masalah bahkan lebih bagus," katanya