"Karena kita melakukan pembatasan yang sangat ketat melalui Permenkumham tentang pembatasan orang asing kembali, pasca apa yang terjadi di beberapa negara baik di Inggris di India dan di negara-negara lainnya agar pembatasannya menjadi lebih diperketat tentang kedatangan dan keberangkatan," tuturnya.
Untuk data keluar masuk WNI, politikus PDIP ini membandingkan data sebelum pandemi 2019 dan 2021. Pada Januari sampai Mei 2021 kedatangan WNI itu 351, sementara sebelum Covid-19 ada 4,2 juta WNI.
Menurut dia, karena Malaysia sangat tingkat positif Covidnya, maka pihaknya betul-betul WNI yang kembali ke Tanah Air. Begitu juga pekerja migran Indonesia yang 1.000 dibandingkan dalam keadaan normal tanpa Covid.
"Jaadi betul-betul penurunan yang sangat besar yang tentunya juga berdampak bagi ekonomi kita " ucap Yasonna.
Sedangkan keberangkatan WNI, sambung dia, kalau Januari sampai Mei 2021 sebanyak 221.000, dibandingkan tahun 2019 itu sebanyak 10 juta orang.
"Betul memang angka yang itu tidak jumping lagi maka itu tadi itu betul dan sebagaimana kita ketahui dampaknya juga bagi industri pariwisata dan lain-lain menjadi sangat terasa buat kita," kata mantan politikus Senayan ini.