JAKARTA, iNews.id - Meninggalnya dua dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dalam kurun sepekan memicu keprihatinan di kalangan tenaga kesehatan.
Menyikapi peristiwa tersebut, Asosiasi Perhimpunan Internsip Dokter Indonesia–Perhimpunan Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDI-PIDGI) mengajak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) duduk bersama untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat sistem penyelenggaraan program internsip.
Ajakan itu disampaikan melalui pernyataan resmi asosiasi setelah berpulangnya dr Muhamad Zulfikar Drakel, M.Res. dan dr Siti Zahra Maghfira. Menurut PIDI-PIDGI, peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk membangun sistem yang lebih aman, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan peserta internsip.
Dalam pernyataannya, PIDI-PIDGI terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kedua dokter muda tersebut.
"Dengan duka yang mendalam, kami menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya dua rekan sejawat kami, dr. Muhamad Zulfikar Drakel, M.Res. dan dr. Siti Zahra Maghfira. Kepergian ini merupakan duka mendalam bagi keluarga besar peserta internsip serta seluruh tenaga medis dan kesehatan di seluruh Indonesia," tulis Asosiasi PIDI-PIDGI dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Senin (27/7/2026).