JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 2.848 rumah dan 179 fasilitas umum rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut buruknya struktur bangunan menjadi salah satu penyebab banyak rumah dan bangunan rusak karena gempa bumi berkekuatan 6,1M tersebut.
Seperti diketahui gempa itu memberi dampak pada 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan hasil survei dan evaluasi di lapangan menunjukkan banyak rumah rusak tidak memenuhi syarat struktur tahan gempa.
"Dari hasil survei dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," ucap Dwikorita Karnawati di Malang, Rabu (14/4/2021).
Penyebab Kedua, lanjut Dwikorita yaitu kondisi batuan atau tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada lokasi endapan aluvium dan endapan lahar gunung api.
Ketiga, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang. Dan terakhir yaitu jarak terhadap pusat gempa.
"Ini temuan hasil survei Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang. Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa," ujarnya.