Amran mengatakan, pemerintah juga memfokuskan penanaman di wilayah yang telah memiliki jaringan irigasi. Menurutnya, perbaikan irigasi telah mencakup sekitar 3-4 juta hektare lahan.
Selain memperkuat irigasi, pemerintah menggunakan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan serta metode budidaya yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas.
"Caranya adalah yang pertama, benih tahan kekeringan. Yang kedua, metode baru yang produksinya bisa 10 ton, 12 ton. Metode AAS (Modern - Advanced Agricultural System)," ucap Amran.
Dia menyebut, penerapan metode tersebut telah menghasilkan produksi sekitar 8-13 ton dengan rata-rata mencapai 10 ton. Sementara, di lahan yang memiliki sumber air, pemerintah akan memperkuat pasokan melalui pompa.
Amran juga memastikan ketersediaan beras masih mencukupi meski Indonesia menghadapi El Nino. Perhitungan tersebut memperhitungkan standing crop atau tanaman yang masih berada di lahan, serta stok beras yang tersedia di masyarakat dan Bulog.