"Rumah sakitnya yang saya tahu ada dua yang rusak parah, yang paling parah di RSUD Nagekeo. Ada beberapa yang rusak sedang dan juga ada yang rusak ringan. Itu tugasnya dia nomor dua identifikasi fasilitas kesehatan," ujar Menkes Budi saat diwawancarai, Minggu (16/8/2026).
Terhentinya operasional RSUD Nagekeo membuat pemerintah harus mencari solusi agar pelayanan medis tetap berjalan.
Kemenkes pun mengirimkan rumah sakit lapangan berupa fasilitas medis darurat yang akan dibangun di sekitar lokasi terdampak.
"Khusus untuk Rumah Sakit Nagekeo karena sudah berhenti beroperasi, kami kemarin malam kirim rumah sakit lapangan. Jadi pakai tenda gitu ya kami kirim ke sana dan rencana mungkin tiba di Nagekeo dalam sehari dua hari ini dan bisa terbangun," kata Budi.
Menurut Menkes Budi, keberadaan fasilitas kesehatan darurat menjadi penting karena kerusakan bangunan rumah sakit diperparah dengan terganggunya akses transportasi menuju sejumlah wilayah.