Layanan yang menjadi prioritas meliputi operasi trauma, pelayanan ibu dan anak serta hemodialisis atau cuci darah.
"Target paling lama satu Minggu, seluruh RSUD harus bisa melakukan operasional dasar. Fokus ke layanan Operasi Trauma, Ibu dan Anak, Hemodialisa," kata Agus.
Sementara untuk puskesmas, pemulihan ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu.
"Diharapkan dalam 2 minggu seluruh Puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan dan imunisasi," sambungnya.
Khusus RSUD Nagekeo, pemerintah menyiapkan set rumah sakit mobil yang dilengkapi fasilitas ruang operasi untuk mendukung pelayanan medis selama fasilitas utama belum dapat digunakan.
Selain itu, RSUD Borong disiapkan sebagai rumah sakit rujukan dengan waktu tempuh sekitar dua jam, sedangkan Rumah Sakit Komodo menjadi alternatif rujukan dengan waktu tempuh sekitar empat jam dari Nagekeo.
Agus mengatakan fasilitas tersebut disiapkan agar kebutuhan pelayanan, khususnya kasus trauma dan pasien dengan kondisi kritis, tetap dapat ditangani meski sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak masih dalam proses pemulihan.