"Kami mau jalan, jalannya putus. Jadi jam sekitar jam 10.00 kami koordinasi, Pak Gubernur langsung kirim tim polisi dan tim dari Dinas PU setempat, jam 03.00 ibu ini bisa ditarik oleh ambulans ke RSUD Borong," lanjutnya.
Menkes Budi mengatakan pasien tersebut kemudian dievakuasi menuju RSUD Borong. Pemerintah terus memantau kondisi pasien setelah proses evakuasi dilakukan.
Menurut dia, ibu hamil dengan komplikasi, korban patah tulang, serta pasien yang membutuhkan cuci darah menjadi kelompok yang sangat membutuhkan perhatian dalam situasi darurat bencana.
"Jadi harusnya pagi ini sudah sampai, tadi saya belum sempat lihat, saya sudah tahu saya udah jalan, mudah-mudahan jadi bisa selamat. Itu sebabnya yang critical emang ibu-ibu hamil, patah tulang itu critical, dan juga yang mau cuci darah itu sangat critical," tutur Budi.
Kemenkes kini mengejar pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan seluruh rumah sakit yang terdampak ditargetkan kembali menjalankan operasional dasar paling lambat dalam satu minggu.