90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Terindikasi Melanggar, Kepala Bapanas: Sangat Merugikan Rakyat

Iqbal Dwi Purnama
Kepala Bapanas Amran Sulaiman mengungkap sekitar 90 persen hasil sementara pemeriksaan sampel beras fortifikasi terindikasi melanggar. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Beras Fortifikasi Dijual Lebih Mahal

Amran juga menyoroti disparitas harga pada sejumlah produk yang diklaim sebagai beras fortifikasi. Menurutnya, terdapat produk yang dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras pada umumnya.

“Harusnya harganya sekitar Rp13.500, dijual sampai Rp40.000. Selisihnya puluhan ribu rupiah per kilogram. Ini bukan sekadar soal harga, tetapi masyarakat harus mendapatkan produk sesuai dengan apa yang dibayarkan,” kata Amran.

Dia menegaskan, pemerintah tidak mempersoalkan inovasi maupun pengembangan produk pangan bernilai tambah, termasuk fortifikasi beras. Namun, setiap klaim yang dicantumkan pada kemasan harus dapat dibuktikan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang beras fortifikasi, ya harus benar fortifikasinya. Jangan sampai masyarakat membeli karena percaya pada klaim di kemasan, tetapi produknya tidak sesuai,” tuturnya.

Karena itu, Amran meminta pengawasan terhadap produk beras fortifikasi terus diperkuat. Pemerintah juga akan memastikan pemeriksaan dilakukan secara objektif berdasarkan hasil pengujian laboratorium dan ketentuan yang berlaku.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Mentan Amran Targetkan Produksi Beras 34 Juta Ton pada 2027, Jaga Keberlanjutan Swasembada

2 bulan lalu

Bapanas Usut Beras Fortifikasi, 8 Produsen Diperiksa Intensif

2 bulan lalu

Amran Janji Awasi Ketat Program Beras Fortifikasi: Saya Mau Gebuk 2-3 Minggu ke Depan

2 bulan lalu

Mentan Amran Tegaskan Sikat Habis Mafia Beras Fortifikasi, Targetkan Rampung 2 Pekan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal