JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Peradi Bersatu Ade Darmawan meminta publik, termasuk mahasiswa, tidak menyimpulkan skripsi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu. Menurutnya, pihak yang memiliki kapasitas untuk menjelaskan data skripsi secara spesifik adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya bagian perpustakaan.
Ade menilai tersangka fitnah ijazah Jokowi, Roy Suryo tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan secara spesifik mengenai data skripsi Jokowi karena bukan pihak yang memahami urusan perpustakaan.
"Mas Roy tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan, dia bukan orang perpustakaan. Yang mengetahui data secara spesifik adalah UGM, dan itu bagian perpustakaan, kapan diupload, kapan diterima, artinya apa, pada saat apa, momennya apa," ujar Ade dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Segera Disidang, Roy Siap?' yang tayang di iNews, Selasa (8/9/2026).
Dia menilai informasi mengenai data skripsi tidak semestinya digunakan untuk membangun kesimpulan skripsi Jokowi palsu. Ade juga memprotes apabila informasi tersebut dijadikan dasar untuk meyakinkan publik mengenai keaslian skripsi.
"Jadi jangan juga ini dijadikan alat seolah-olah kita meyakinkan publik ini palsu. Ini yang saya tadi protes, tidak boleh," katanya.