“Dari perspektif ini maka BIN bisa dikatakan sebagai salah satu lembaga yang punya andil paling banyak, dan terlibat aktif untuk menangani Corona, secara cepat dan tepat, alias velox et exactus,” ucapnya.
Perlu diingat bahwa di saat institusi lain sibuk dengan Covid-19 sekarang, BIN punya tanggung jawab untuk memikirkan setelah pandemi ini. Dengan demikian, forward thinking dan forward planning sangat penting. Dari sini andil BIN sangat besar, sesuai tupoksi BIN dalam UU 17/2011 tentang Intelijen Negara.
Mengingat recovery ekonomi merupakan urusan dalam negeri maupun urusan regional dan global, dirinya pun sangat yakin BIN sedang dan telah melakukan operasi-operasi intelijen di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan proses recovery setelah Covid-19.
“Misalnya melakukan proyeksi ketersediaan pangan, proyeksi perubahan interaksi sosial akibat Covid dan dampaknya ke kohesi sosial masyarakat di dalam negeri, maupun asesmen investasi dan capital flow negara-negara yang menjadi business partners Indonesia, dan fokus mereka,” tuturnya.
Alto berpandangan, dalam peran ini BIN di bawah komando Budi Gunawan (BG) sudah sangat berpengalaman dan dipercayai dalam melakukan operasi di dalam maupun luar negeri demi mengamankan agenda dari Presiden Jokowi selaku single client.