Arahan Prabowo, Pemerintah Awasi Ketat Spesies Invasif di Indonesia

Felldy Aslya Utama
Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding (dok. Kemenhut)

Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap organisme pengganggu tumbuhan dan pembawa penyakit hewan. Dia mengingatkan masuknya spesies invasif dapat mengancam ekosistem, termasuk habitat satwa liar.

“Kami punya kepentingan agar tidak ada organisme pengganggu tumbuhan yang tidak ter-screening dengan baik. Seperti misal ada Senggani di Way Kambas kabarnya itu asli dari Australia itu, entah bagaimana masuk akhirnya daerah-daerah yang mestinya menjadi tempat pakan gajah, habitat gajah yang baik, kalah oleh tanaman-tanaman invasif ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menyebut, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem karantina nasional.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk membangun kerja sama yang lebih intens dalam menjaga tumbuhan dan satwa liar serta keanekaragaman hayati kita,” kata Karding.

Dia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup pengawasan lalu lintas media pembawa, penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pertukaran data dan informasi.

Sementara itu di Jakarta, pembersihan ikan sapu-sapu juga turut dilakukan Pemerintah Provinsi Jakarta. Ikan sapu-sapu menjadi invasif setelah populasinya tidak terbendung dan mengancam ikan-ikan lokal.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Harimau Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Usut Dugaan Pelanggaran Hukum

Nasional
6 hari lalu

Kemenhut Usut Kematian 2 Gajah di Bengkulu, Libatkan Tim Gabungan

Nasional
21 hari lalu

Kejagung Sebut Ketua Ombudsman Keluarkan Surat untuk Koreksi Kebijakan Kemenhut

Nasional
22 hari lalu

Permenhut 6/2026 Terbit, Perdagangan Karbon Hutan Wajib Libatkan Masyarakat Sekitar

Nasional
23 hari lalu

Menhut Ungkap Alasan Batasi Kunjungan Wisata ke TN Komodo jadi 1.000 Orang per Hari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal