Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura-Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 dibatalkan akibat asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Pada penerbangan perintis, sebanyak 22 penerbangan dibatalkan akibat kabut asap pada 16 Oktober 2026, termasuk dua penerbangan kargo. Pembatalan tersebut terjadi di Korwil Singkep sebanyak enam penerbangan, Korwil Kuala Pembuang empat penerbangan, Korwil Tanah Merah enam penerbangan, dan Korwil Gorontalo enam penerbangan.
"Selain gangguan akibat karhutla, Kemenhub mencatat 20 penerbangan berjadwal dalam negeri dibatalkan karena faktor lain. Penyebabnya meliputi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat," kata dia.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Lukman menyebut bahwa pihaknya meminta pengelola bandara di wilayah terdampak menerapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penerbitan Notice to Airmen (NOTAM), serta peningkatan kesiagaan operasional di sisi udara.
"Pengelola bandara juga diminta mengoptimalkan pelayanan penumpang di terminal, termasuk memberikan informasi terbaru mengenai penerbangan dan menyediakan masker," kata dia.