Prasetyo menegaskan, pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan karhutla agar dampaknya tidak berkepanjangan. Dia berharap hujan alami segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran yang masih terjadi.
“Sejujurnya kita ini inginnya ya cepet selesai itu karhutla, siang malam selain ikhtiar ya berdoa mohon bisa segera turun hujan alami,” ucapnya.
Berdasarkan pembaruan penanganan karhutla melalui OMC hingga Selasa (20/10/2026) pukul 06.00 WIB, pemerintah menjalankan operasi di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Di Sumatera Selatan, OMC menggunakan NaCl dan dry ice sejak 16 Oktober dengan total delapan sorti serta 1.600 kilogram bahan semai NaCl dan 4.000 kilogram dry ice. Operasi dry ice juga mendapat dukungan dari Posko Lampung untuk mengantisipasi kendala jarak pandang di Palembang.
Dukungan dari Posko Lampung berlangsung pada 15–18 Oktober melalui enam sorti dengan total 4.800 kilogram dry ice. Hasil pemantauan menunjukkan penurunan konsentrasi PM2.5 dan peningkatan jarak pandang di Sumatera Selatan.