Bahlil bakal Pangkas Produksi Nikel Besar-besaran di 2027, Ini Alasannya

Iqbal Dwi Purnama
Menteri ESDM berencana memangkas produksi nikel pada 2027 untuk mengendalikan pasokan dan menjaga harga di tengah kelebihan produksi. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana memangkas produksinikel Indonesia secara besar-besaran pada 2027. Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengendalikan pasokan agar harga nikel tetap terjaga di tengah kondisi kelebihan produksi.

Bahlil mengatakan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara produsen nikel terbesar di dunia. Namun, aktivitas penambangan yang masif membuat pasokan nikel melimpah hingga menekan harga di pasar global.

Saat ini, harga nikel diperdagangkan di kisaran 15.435-15.500 dolar AS per metrik ton.

"Harga nikel sekarang sudah di bawah harga 16.000 dolar AS, kenapa terjadi harga menurun, karena produksi kita jor-joran," ucap Bahlil dalam acara Minerba Convex 2026, Senin (2/11/2026).

Dia menambahkan, kelebihan produksi nikel Indonesia saat ini mencapai 800.000 ton. Sementara itu, kebutuhan nikel dunia diperkirakan sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 jam lalu

Bahlil Larang Ekspor SDA Transit, Minta Langsung Dikirim ke Negara Tujuan

9 jam lalu

Bahlil Lantik Direktur PLN Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Ketenagalistrikan, Ini Sosoknya

3 hari lalu

Bahlil Ungkap Dugaan Ekspor Ulang Gas RI ke Negara Lain, Singgung Komitmen Kontrak dengan Singapura

3 hari lalu

Prabowo Segera Resmikan Program Listrik Desa di 1.413 Titik, Perluas Akses Energi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal