Dia mencontohkan, jika Indonesia ingin mengirimkan komoditas ke China, pengiriman seharusnya dilakukan langsung dari Indonesia menuju negara tersebut tanpa harus singgah terlebih dahulu di negara lain.
"Pak Dirjen, saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Saya enggak mau," tuturnya.
Selama ini, perusahaan dalam negeri kerap menjadikan Singapura sebagai hub perdagangan global. Keputusan tersebut antara lain dipengaruhi pertimbangan regulasi pajak, kepastian hukum, hingga fasilitas perbankan internasional.
Di sisi lain, Singapura memiliki pelabuhan besar dan jaringan pelayaran global yang memungkinkan pengalihan maupun konsolidasi muatan sebelum dikirim ke negara pembeli akhir.
Adapun, salah satu komoditas yang menjadi perhatian pemerintah yakni batu bara.
Ditemui secara terpisah, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno menyebut, sekitar 50-60 juta ton batu bara Indonesia selama ini dikirim dengan transit terlebih dahulu di Singapura.
"Yang lewat sana itu (Singapura), batu bara mungkin sekitar 50-60 juta ton. Kan tidak ada batu bara di sana (Singapura). Tidak mungkin juga kalau misalnya dari sana ke China atau ke mana gitu, pasti (batu bara) dari kita," ucap Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/11/2026).