Bahlil menyebut pemerintah telah menyiapkan rencana strategis (renstra) untuk pengembangan bahan bakar campuran etanol, termasuk hingga E50. Penyusunannya dilakukan melalui koordinasi Kementerian ESDM dengan Kementerian Pertanian.
"Saya kebetulan dari sektor energi. Bapak Presiden menanyakan kesiapan tentang implementasi daripada E20 dalam rangka mendorong ketahanan energi kita," ujarnya.
Dia menjelaskan, pengembangan bahan bakar nabati tersebut membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian.
"E20 sampai B50 dan kami sudah menyiapkan Renstra, saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM," tuturnya.
Selain pengembangan etanol, pemerintah juga memastikan program biodiesel berbasis minyak sawit B50 tetap dilanjutkan. Bahlil menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama ketika kondisi geopolitik dunia masih sulit diprediksi.
"Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tahu ujungnya kemana," ucapnya.
Dengan demikian, pemerintah menyiapkan pengembangan bahan bakar campuran etanol hingga E50 sekaligus mempertahankan program biodiesel B50 sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional.