Banyak Daerah Hasil Pemekaran Belum Mandiri, Wapres: Itu Alasan Moratorium Dilanjutkan

Dita Angga
Sindonews
Wapres Ma'ruf Amin menyebut salah satu alasan pemerintah melanjutkan moratorium karena sebagian besar daerah yang sudah dimekarkan belum mandiri. (Foto:: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Sejak tahun 1999 hingga 2014 pemerintah tercatat memekarkan 223 daerah sebagai wilayah otonomi baru. Namun dari hasil evaluasi pemerintah dan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2019 menyebut sebagian besar daerah otonomi baru itu belum mandiri serta tidak menampakkan kemajuan signifikan.

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut hal itu menjadi salah satu alasan pemerintah melanjutkan moratorium pemekaran daerah yang sudah berlangsung sejak 2014. Hasil evaluasi pemerintah dan laporan BPK menyebut sebagian besar anggaran daerah otonomi baru tersebut masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

"Porsi endapatan asli daerah (PAD) masih berada di bawah dana transfer pusat. Ini salah satu alasannya moratorium,” katanya dikutip dari keterangan pers Setwapres di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Lebih lanjut, Ma'ruf mengungkapkan saat ini pemerintah sedang melakukan analisis secara menyeluruh terkait dampak dan kebutuhan anggaran daerah persiapan. Seperti diketahui, suatu daerah hasil pemekaran akan berstatus daerah persiapan sampai dinilai mampu menjadi daerah otonom.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Gibran Cek Gedung Sekolah di IKN, Pastikan Dirancang Modern untuk Belajar Mengajar

Nasional
2 hari lalu

Progres Pembangunan Masjid Raya IKN Tembus 98,4 Persen, Gibran: Siap Digunakan Idulfitri 2026

Nasional
7 hari lalu

MUI Terima Surat Pengunduran Diri Ma'ruf Amin, segera Diproses

Nasional
7 hari lalu

Gibran Tinjau Arus Mudik Natal di Stasiun Semarang Tawang, Pastikan Kelancaran Layanan Penumpang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal