Bawang Bombai Selundupan Mengandung Bakteri, Mentan: Tak Ada Ampun!

Tangguh Yudha
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek barang bukti bawang bombai selundupan (dok. Kementan)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, praktik impor ilegal bawang bombai merupakan ancaman serius bagi petani dan ekosistem pertanian nasional. Selain merugikan negara, bawang bombai selundupan berpotensi membawa penyakit dan bakteri berbahaya yang dapat merusak produksi pangan dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran di Semarang saat mengecek 133,5 ton bawang bombai ilegal yang masuk tanpa izin dan dokumen resmi.

“Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta PM (Polisi Militer) dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera. Bukan soal tonnya, satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit, ” ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026).

Menurut Amran, masuknya bawang bombai ilegal berpenyakit juga dapat menurunkan kepercayaan dan motivasi petani untuk terus berproduksi. Dampak tersebut berpotensi memicu kembali ketergantungan impor dan melemahkan ketahanan pangan nasional.

Mentan mengingatkan, Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani serta 4-5 juta peternak yang harus dilindungi dari praktik ilegal semacam ini. Dia menilai, tidak adil jika kepentingan segelintir oknum mengorbankan kesejahteraan jutaan petani.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mentan Sebut Petani Merauke Papua Selatan Makin Sejahtera, Sudah Pakai iPhone

57 tahun lalu

Mentan Ungkap Rencana Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura: Stok Kita Ada 5,1 Juta Ton

57 tahun lalu

Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Pastikan Tidak Ada Impor untuk Konsumsi

57 tahun lalu

Mentan Amran Lapor ke Prabowo, Stok Pangan Aman hingga 10 Bulan ke Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal