Bawaslu Minta Metode Pemungutan Suara di Luar Negeri Dievaluasi

Danandaya Arya Putra
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja meminta KPU mengevaluasi pemungutan suara di luar negeri (Foto: Giffar Rivana)

Kasus ini menjadi catatan penting, mengingat pada Pemilu 2019 tidak terdapat pelanggaran pidana untuk petugas pemungutan suara di luar negeri.

"2019 cuma pelanggaran administrasi. Enggak ada pelanggaran pidana," ujarnya Bagja.

Di sisi lain, Dirtipidum Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami dan menyelesaikan berkas perkara kasus KPU Kuala Lumpur.

"Dengan waktu tinggal 6 hari kami harus selesaikan berkas perkara karena penanganan Tindak Pidana Pemilu hanya 14 hari. Saat ini, penyidik sedang bekerja keras menyelesaikan berkas tersebut," kata Djuhandhani.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pramono Gelontorkan Rp100 Miliar untuk LPDP Jakarta, Bisa Berangkatkan 75 Mahasiswa

57 tahun lalu

KPU Kaji E-Voting Pemilu 2029, DPR Ingatkan Perlindungan Data Pribadi

57 tahun lalu

KPU Kaji Pakai E-Voting untuk Pemilu 2029 di Luar Negeri, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw Dipecat, Terbukti Masih Berstatus ASN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal