BEI Klaim Reformasi Pasar Saham Didukung Investor Global, MSCI Masih Minta Bukti

Rohman Wibowo
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi (kanan). (Foto: Rohman Wibowo)

BEI juga memperluas granularitas data tipe investor dari sembilan menjadi 39 kategori. Selain itu, bursa menyempurnakan publikasi High Shareholding Concentration (HSC) dengan menggunakan price impact ratio dan memperluas cakupan saham yang dipantau.

Dalam pembaruan tersebut, batas minimum kapitalisasi pasar untuk saham yang masuk cakupan HSC diturunkan dari Rp10 triliun menjadi Rp5 triliun.

“Semua itu kami lakukan sebagai perbaikan berkelanjutan dan telah kami komunikasikan kepada MSCI serta investor global,” tuturnya.

Dari sisi likuiditas, BEI menghapus batas harga terendah saham Rp50 sehingga harga saham dapat mencapai Rp1 per saham. Bursa juga mulai menerapkan short selling secara terbatas dengan pengendalian risiko.

Iding menilai kedua kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat mekanisme perdagangan saham. Karena itu, konsultasi yang dibuka MSCI tidak serta-merta berarti reformasi yang telah dijalankan Indonesia tidak mendapat pengakuan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
10 jam lalu

Dasco hingga Kapolri Sambangi BEI saat IHSG Babak Belur, Soroti Masukan MSCI

10 jam lalu

Isu MSCI Guncang Pasar Saham RI, Ini Kata Bakom

11 jam lalu

BEI Minta Investor Tak Panik soal Ancaman MSCI, Tekankan Kinerja Emiten Masih Solid

13 jam lalu

MSCI Pertimbangkan Pasar Saham RI Turun Kasta, BEI Siapkan Klarifikasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal